Fesyen Dari Serat Kapas, Material Yang Bertanggung Jawab Dan Ramah Lingkungan

Fesyen Dari Serat Kapas, Material Yang Bertanggung Jawan Dan Ramah Lingkungan

gosprom.info – Berkembangnya fesyen yang berkelanjutan diprediksi akan meningkatkan permintaan bahan material yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan, termasuk serat kapas. Meskipun kapas adalah serat alami yang dapat terurai di akhir masa pakainya, kapas adalah tanaman yang bisa menyebabkan kerusakan lingkungan.

Kapas sangat boros air terutama saat penanaman dan proses pembuatan menjadi busana. Untuk mengurangi kerusakan lingkungan, dibutuhkan lebih banyak produsen yang menggunakan kapas berkelanjutan. Salah satu merek dagang kapas jenis ini adalah Cotton UNITED STATES.

Perwakilan Cotton Council International (CCI) Indonesia, Ahn Dung (Andy) Do, mengatakan, saat ini semakin banyak perusahaan besar worldwide yang mulai tertarik dengan tujuan pembangunan berkelanjutan dan ingin berkontribusi.

Fesyen Dari Serat Kapas, Material Yang Bertanggung Jawan Dan Ramah Lingkungan

“CCI hadir untuk memberikan dukungan, khususnya untuk pelaku bisnis di industri tekstil, guna melakukan transformasi industri dengan mengadaptasi tuntutan konsumen terkait produk tekstil yang mengedepankan keberlanjutan, transparansi serta ketertelusuran,”kata Andy Do dalam konferensi online “Sustainability and Transparency You Can Trust” (23/9).

Ia melanjutkan, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah penggunaan kapas yang berkelanjutan seperti U.S Cotton Trust fund Method. Dengan bergabung dengan program ini, anggota dapat membuktikan, mengukur, dan memverifikasi bahwa mereka membeli serat yang diproduksi secara berkelanjutan dan berkualitas.

Fesyen Dari Serat Kapas, Material Yang Bertanggung Jawan Dan Ramah Lingkungan

Saat ini, ada lebih dari 40 perusahaan dari berbagai sektor seperti rotating mills, textile producers, garment supplier dan neighborhood brands yang menjadi Cotton UNITED STATES licensees di Indonesia. Di Indonesia sendiri, permintaan akan material tekstik yang berkelanjutan terus meningkat.

“Setahun ini tuntutan untuk itu meningkat cukup pesat. Perusahaan-perusahaan mencari bahan berkelanjutan yang akan menambah nilai pada produk mereka,” kata Virginy Aviona, tim marketing perusahaan tekstil PT.Hakatex. Hal senada diungkapkan oleh Direktur Business and Advancement PT.Sritex Abhay Kumar.

Menurutnya, semakin banyak pembeli yang bertanya apakah produk yang dijual berkelanjutan atau tidak. “Sebenarnya permintaan produk berkelanjutan terbanyak berasal dari pasar Eropa dan Amerika. Tuntutannya terus meningkat,” katanya.

Related Posts

Leave a Reply