Melihat Kaus Bintang Yang Ikonik Karya 8 Seniman Lokal Yang Bantu Bali Akibat Dampak Covid-19

Melihat Kaus Bintang Yang Ikonik Karya 8 Seniman Lokal Yang Bantu Bali Akibat Dampak Covid-19

gosprom.info – Kaus Bintang yang ikonik sangat mudah ditemukan di setiap sudut Pulau Bali, terutama di tempat penjualan suvenir. Tak diketahui secara pasti kapan logo design merek bir itu mulai banyak digunakan sebagai desain kaus di Bali.

Namun, kaus Bintang yang selama ini ada adalah bootleg, artinya palsu atau tidak dirilis secara resmi. “Kami belum pernah secara spesifik ada record mulai dari mana (logo mulai dijadikan kaus), karena itu jadi bagian dari kultur Bali, bahwa ada kaus oblongnya Bali.

Semua pakai.” “Evolusi logo dari masa ke masa sebetulnya sudah banyak perubahan dan tidak menutup kemungkinan ke depan akan berevolusi lagi.” “Tapi ketika orang melihat Bintang merah terus tulisan “Bintang” itu, itu sangat ikonik. Mau jadi versi blur pun etap orang masih lihat itu Bintang.”Demikian diungkapkan oleh Marketing Director Multi Bintang Indonesia, Jessica Setiawan di sela media instruction di The Slow, Canggu, Bali, Jumat (19/11/2021).

Kaus Bintang yang ikonik ini kemudian menjadi inspirasi di balik pill collection eksklusif bertema #BersamaBali, kolaborasi Bintang dan platform gaya hidup Hypebeast. Koleksi ini juga melibatkan delapan brand, desainer, dan kolektif lokal, khususnya yang berbasis di Bali atau memiliki kepedulian khusus terhadap Bali.

Delapan brand name atau pelaku seni tersebut antara lain Devá States, Ican Hareem, Kismin Boys, Pleasure, PNNY, Rollfast, Ryan Adyputra, dan Televisi Star. Masing-masing menuangkan gaya kreatifnya pada kaus lengan pendek dan tanpa lengan sebagai kanvasnya, namun tetap mengadopsi logo ikonik Bintang.

“Idenya simpel. Kita dari kecil sampai saat sekarang lihat orang ke Bali dan pakai kaus Bintang, sangat ikonik. Tapi sejauh ini belum ada kaus main Bintang, semuanya bootleg.” “Guideline desain tetap ikon logo Bintang, tapi direpresentasikan sesuai design masing-masing,”ucap Managing Director Hypebeast Indonesia, Michael Killian.

Hasil penjualan koleksi yang hanya tersedia sekitar 600 buah ini kemudian akan disalurkan melalui Rice for Bali untuk komunitas di Bali yang terdampak pandemi Covid-19. “Kami harap seluruhnya sold out dan seluruhnya didonasikan, sehingga dari kami bisa double-kan dan donasikan itu,”kata Jessica.

Logo Design Blur Hingga Representasi Poppies Lane

Melihat Kaus Bintang Yang Ikonik Karya 8 Seniman Lokal Yang Bantu Bali Akibat Dampak Covid-19

Meski berbeda-beda, namun dominasi warna merah dan hitam tetap kita temukan pada setiap desain kaus. Seluruhnya dicetak pada kaus berwarna dasar putih. Desain karya seniman multidisplin, Ican Hareem, misalnya, merancang logo design Bintang yang sengaja dibuat kabur (blur) sebagai interpretasi rasa kemenangan dan euforia dari kebersamaan.

Desain kaos tersebut tetap menggunakan lingkaran merah ikonik Bintng dengan tulisan “Bintang” hitam di bagian depannya, namun semuanya terlihat samar. Ada pula karya kolektif DJ dan imaginative asal Bali, PNNY, yang mempersembahkan desain sebagai penghormatan terhadap Poppies Lane, salah satu tempat paling fenomenal di Kuta, Bali.

Informasi desain PNNY terinspirasi dari elemen yang menjadi ciri khas Poppies Lane, termasuk tato tribal yang menempel di tubuh para turis dan kaus Bintang yang berjejer di toko suvenir di Bali. Semuanya disatukan dalam logo bola dunia yang merepresentasikan keberagaman.

Adapun pill collection eksklusif ini dibanderol seharga Rp 300.000. Selain tersedia di pop-up store The Slow, Canggu (19 November) dan Potato Head, Seminyak (20 November), koleksi juga bisa dibeli secara online di situs https://zodiacjakarta.com/ mulai 28 November 2021.

Related Posts

Leave a Reply